Monday, April 29, 2013

RINGKASAN OTONOMI DAERAH



I.             PENGERTIAN OTONOMI DAERAH
Otonomi daerah dapat diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban yang diberikan kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut aspirasi masyarakat untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan yang di maksud Otonomi Daerah adalah wewenang untuk mengatur dan mengurus rumah tangga daerah, yang melekat pada Negara kesatuan maupun pada Negara federasi. Di Negara kesatuan otonomi daerah lebih terbatas dari pada di Negara yang berbentuk federasi. Kewenangan mengantar dan mengurus rumah tangga daerah di Negara kesatuan meliputi segenap kewenangan pemerintahan kecuali beberapa urusan yang dipegang oleh Pemerintah Pusat seperti :·         Hubungan luar negeri
·         Pengadilan
·         Moneter dan keuangan
·         Pertahanan dan keamanan
Pelaksanaan otonomi daerah selain berlandaskan pada acuan hukum, juga sebagai implementasi tuntutan globalisasi yang harus diberdayakan dengan cara memberikan daerah kewenangan yang lebih luas, lebih nyata dan bertangg

Desain dengan state yang tidak terpakai


Sebuah rangkaian dengan flip-flop m akan 2m state. Ada saat ketika suatu rangkaian urutan dapat menggunakan kurang dari jumlah maksimum state. Menyatakan ada tidak digunakan dalam menetapkan rangkaian sekuensial tidak tercantum dalam state table. Ketika menyederhanakan fungsi masukan untuk flip-flop, state bekas dapat diperlakukan sebagai kondisi don’t care.
Mempertimbangkan state table ditampilkan dalam 6.14. ada lima state yang tercantum dalam tabel: 001010011100, dan 101. Tiga lainnya menyatakan, 000.110, dan 111, tidak digunakan. Ketika sebuah input 0 atau 1 adalah termasuk state ini tidak terpakai, kita memperoleh enam minterms: 0,1,12,13,14, dan 15. Kombinasi ini enam biner tidak tercantum dalam tabel di bawah kondisi sekarang dan input yang diperlakukan sebagai kondisi don’t care.
State table diperpanjang menjadi sebuah tabel eksitasi dengan flip-flop RS. Kondisi masukan flip-flop berasal dari state ini dan nilai-nilai state berikutnya dari state table. Karena RS flip-flop digunakan, kita perlu mengacu 6.10(a) tabel kebenaran untuk kondisi eksitasi dari jenis flip-flop.

Tiga flip-flop diberi nama variabel

PROSEDUR DESAIN


Desain rangkaian urutan sisitem digital mulai dari satu set spesifikasi dan memuncak dalam diagram logika atau daftar fungsi Boolean dari mana diagram logika dapat diperoleh. berbeda dengan sirkuit kombinasional, yang sepenuhnya ditentukan oleh tabel kebenaran. Langkah pertama dalam merancang rangkaian sekuensial untuk mendapatkan tabel state atau representasi setara.
Sebuah rangkaian sekuensial sinkron terdiri dari flip-flop dan gerbang combinational,. Desain rangkaian terdiri dari memilih flip-flop dan kemudian menemukan struktur gerbang combinational, yang bersama dengan flip-flop, menghasilkan sirkuit yang memenuhi spesifikasi lain. Jumlah flip-flop ditentukan dari jumlah state yang diperlukan dalam sirkuit. Rangkaian combinational berasal dari tabel state dengan metode yang disajikan dalam bab ini. Bahkan sekali jenis dan jumlah flip-flop ditentukan, proses desain melibatkan sebuah transformasi dari masalah rangkaian urutan ke masalah sirkuit kombinasional. Dengan cara ini, teknik desain sirkuit combinational dapat diterapkan.
Bagian ini menyajikan prosedur untuk desain rangkaian sekuensial. Walaupun dimaksudkan untuk menjadi panduan bagi pemula, prosedur ini dapat dipersingkat dengan pengalaman. Prosedur ini pertama diringkas oleh daftar langkah yang disarankan berturut-turut:
1. Kata deskripsi dari perilaku sirkuit dinyatakan. Hal ini dapat disertai dengan diagram state,   diagram waktu, atau informasi terkait lainnya.
2. Dari informasi yang diberikan tentang sirkuit, mendapatkan state table.
3. Jumlah state mungkin dikurangi dengan metode s

Thursday, April 25, 2013

Hubungan Hukum Administrasi Negara dengan Ilmu Lainnya

1. Hukum Administrasi Negara dengan Hukum Tata Negara
Baron de Gerando adalah seorang ilmuwan Perancis yang pertama kali mempekenalkan ilmu hukum administrasi negara sebagai ilmu hukum yang tumbuh langsung berdasarkan keputusan-keputusan alat perlengkapan negara berdasarkan praktik kenegaraan sehari-hari. Maksudnya, keputusan raja dalam menyelesaikan sengketa antara pejabat dengan rakyat merupakan kaidah Hukum Administrasi Negara.
Mr. W.F. Prins menyatakan bahwa Hukum Administrasi Negara merupakan aanhangsel(embel-embel atau tambahan) dari hukum tata negara. Sementara Mr. Dr. Romeyn menyatakan bahwa Hukum Tata Negara menyinggung dasar-dasar dari pada negara Sedangkan Hukum Administrasi Negara adalah mengenai pelaksanaan tekniknya. Pendapat Romeyn ini dapat diartikan bahwa Hukum Administrasi Negara adalah sejenis hukum yang melaksanakan apa yang telah ditentukan oleh Hukum Tata Negara, dan sejalan dengan teori Dwi Praja dari Donner, maka Hukum Tata Negara itu menetapkan tugas (taakstelling) sedangkan Hukum Administrasi Negara itu melaksanakan apa yang telah ditentukan oleh Hukum Tata Negara (taakverwezenlijking).
Menurut Van Vollenhoven, secara teoretis Hukum Tata Ne

Kedudukan Hukum Administrasi Negara


Kedudukan Hukum Administrasi Negara


Hukum Administrasi Negara merupakan salah satu mata kuliah wajib pada Program Studi PPKN atau Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam studi hukum, Hukum Administrasi Negara merupakan salah satu cabang atau bagian dari hukum yang khusus. Dalam studi Ilmu Administrasi, mata kuliah Hukum Administrasi Negara merupakan bahasan khusus tentang salah satu aspek dari administrasi, yakni bahasan mengenai aspek hukum dari administrasi negara. Sedangkan dikalangan PBB dan kesarjanaan internasional, Hukum Administrasi Negara diklasifikasi baik dalam golongan ilmu-ilmu hukum maupun dalam ilmu-ilmu administrasi.
Hukum administrasi materiil terletak diantara hukum privat dan hukum pidana. Hukum administrasi dapat dikatakan sebagai “hukum antara” (Poly-Juridisch Zakboekje h. B3/4). Sebagai contoh izin bangunan. Dalam memberikan izin penguasa memperhatikan segi-segi keamanan dari bangunan yang direncanakan. Dalam hal demikian, pemerintah menentukan syarat-syarat keamanan. Disamping itu b

Teori Administrasi Negara


  1. 1. Teori Ekapraja (Ekatantra)

Teori ini ada dalam negara yang berbentuk sistem pemerintahan monarki absolut, dimana seluruh kekuasaan negara berada di tangan satu orang yaitu raja. Raja dalam sistem pemerintahan yang monarki absolut memiliki kekuasaan untuk membuat peraturan (legislatif), menjalankan (eksekutif) dan mempertahankan dalam arti mengawasi (yudikatif). Dalam negara yang berbentuk monarki absolut ini hukum administrasi negara berbentuk instruksi-instruksi yang harus dilaksanakan oleh aparat negara (sistem pemerintahan yang sentralisasi dan konsentrasi). Lapangan pekerjaan administrasi negara atau hukum administrasi negara hanya terbatas pada mempertahankan peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang dibuat oleh raja, dalam arti alat administrasi negara hanya merupakan “machtsapparat” (alat kekuatan) belaka. Oleh sebab itu dalam negara yang demikian terdapat hanya satu macam kekuasaan saja yakni kekuasaan raja, sehingga pemerintahannya sering disebut pemerintahan Eka Praja (Danuredjo, 1961:25).
  1. 2. Teori Dwipraja (Dwitantra)

Pengertian Administrasi Negara


Istilah Administrasi berasal dari bahasa Latin yaitu Administrare, yang artinya adalah setiap penyusunan keterangan yang dilakukan secara tertulis dan sistematis dengan maksud mendapatkan sesuatu ikhtisar keterangan itu dalam keseluruhan dan dalam hubungannya satu dengan yang lain. Namun tidak semua himpunan catatan yang lepas dapat dijadikan administrasi. Menurut Liang Gie dalam Ali Mufiz (2004:1.4) menyebutkan bahwa Administrasi adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Sehingga dengan demikian Ilmu Administrasi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari proses, kegiatan dan dinamika kerjasama manusia. Dari definisi administrasi menurut Liang Gie kita mendapatkan tiga unsur administrasi, yang terdiri:
1. kegiatan melibatkan dua orang atau lebih
2. kegiatan dilakukan secara bersama-sama, dan
3. ada tujuan tertentu yang hendak dicapai

Tuesday, April 23, 2013

Pengaruh Lingkungan terhadap Organisasi


Lingkungan dalam konteks organisasi ini bukan hanya merupakan lingkungan fisik, lingkungan organisasi merupakan elemen-elemen diluar organisasi yang mempengaruhi organisasi tetapi sulit dipengaruhi oleh organisasi. Elemen-elemen tersebut dapat dicontohkan seperti masyarakat, pemerintah, kebijakan dan peraturan pemerintah, kompetitor, dan lain-lain. Sebuah organisasi yang efektif pada suatu lingkungan tertentu belum tentu efektif pada lingkungan yang berbeda. Inilah pentingnya kita mempelajari teori organisasi dan lingkungan organisasi.

Emery & Trist membagi lingkungan organisasi menjadi 3, yaitu:

1.   Lingkungan Placid
Yaitu lingkungan organisasi yang sifatnya sederhana (tidak banyak elemennya) dan tidak cepat berubah. Contoh lingkungan Placid yaitu lingkungan pada organisasi kelurahan di desa, dimana lingkungannya tidak terdapat banyak elemennya dan cenderung tidak mudah berubah. Kita dapat lihat dari masyarakat desa yang kebutuhannya cenderung tidak cepat berubah atau tidak banyak tuntutan seperti masyarakat di kota.


2.   Lingkungan Disturbed Reactive
Yaitu lingkungan yang terdapat saingannya (kompetitor) dan yang bereaksi terhadap tindakan organisasi tersebut. Contoh lingkungan disturbed reactive ini adalah lingkungan pada perusahaan rokok, perusahaan provider telekomunikasi dan lainnya, dimana jika satu perusahaan melakukan promosi akan direaksi oleh yang lain. Dapat kita lihat ketika sebuah perusahaan provider telekomunikasi melakukan promosi berupa diskon tarif maka cenderung akan diikuti oleh provider lain dengan promosi-promosi lainnya.

3.   Lingkungan Turbulent
Yaitu lingkungan yang kompleks (terdapat banyak elemenya) dan bersifat sangat dinamis atau cepat berubah. Contoh dari lingkungan turbulent ini adalah lingkungan pada perusahaan Konsultan, dimana lingkungannya terdapat banyak peraturan-peraturan, terdapat kebutuhan konsumennya yang berubah-ubah.


Sedangkan Organisasi dilihat dari struktur lingkungannya dapat dibagi menjadi 2, yaitu
1.   Organisasi Mekanistik
2.   Organisasi Organik

Perbedaan antara keduanya dapat dilihat dari dimensi-dimensi pembentuk struktur organisasi tersebut, seperti table berikut:
DimensiMekanistik Organik

Pembagian Tugas                                                                                        
Pada organisasi mekanistik tugas didefinisikan dengan jelas Pada organisasi organik tugas pada organisasi dibuat global (tidak rinci) dan selalu disesuaikan dengan kebutuhan.
Pembagian WewenangPada organisasi mekanistik pembagian wewenang cenderung sentralistik, dimana wewenang lebih banyak di pusat/ top manajemen, sedangkan bawahan hanya memiliki sedikit wewenang. Pada organisasi organik pembagian wewenang cenderung desentralistik, dimana bawahan diberikan kewenangan yang lebih.
Hubungan kerja  Dalam organisasi mekanistik hubungan kerja yang mendominasi adalah hubungan vertikal antara atasan dan bawahan (Vertical relationship) Dalam organisasi organic hubungan kerja lebih didominasi oleh hubungan lateral (Lateral Relationship)
FormalisasiPada organisasi mekanistik formalisasi (tingkat formalitas yang ada dalam hubungan kerja) tinggi Pada organisasi organik formalisasinya rendah
Ukuran KinerjaPada organisasi mekanistik ukuran kinerja yang dominan adalah Loyalitas dan Kepatuhan. Pada organisasi organik ukuran kerja yang dominan adalah Komitmen dan Prestasi


Bagaimana Lingkungan organisasi akan mempengaruhi organisasi? Manakah dari tipe struktur organisasi yang tepat untuk menjawab lingkungan tertentu? Semuanya dapat dilihat dari Teori berikut:

  • Lingkungan Placid lebih tepat dijawab dengan organisasi yang mekanistik
  • Lingkungan Turbulent lebih efektif dengan organisasi yang Organik Sedangkan 
  • Lingkungan Disturbed Reactive lebih tepat dijawab oleh struktur organisasi yang mix antara mekanistik dan organik.

Jika diketahui sebuah perusahaan mempunyai lingkungan yang turbulent dan ternyata perusahaan tersebut memiliki struktur organisasi yang mekanistik, maka yang harus dilakukan adalah perubahan dari organisasi yang mekanistik menjadi organisasi organik. Caranya yaitu dengan merubah dimensi-dimensi struktur organisasi dari mulai pembagian tugas sampai dengan ukuran kinerja. Misalkan dimensi pembagian tugas pada organisasi yang mekanistik yang sentralisasi dirubah menjadi organisai dengan struktur yang lebih desentralisasi, dimana kewenangan yang tadinya hanya ada dipusat/ top manajemen menjadi organisasi yang lebih memberikan otorisasi pada divisi atau bawahan dengan adanya pendelegasian wewenang. Dengan adanya pendelegasian wewenang ini diharapkan mampu membangun kreatifitas divisi-divisi atau karyawan-karyawan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan organisasi dan menjawab perubahan yang cepat pada lingkungan turbulent.

Wednesday, April 17, 2013

KEBERADAAN DESA DI INDONESIA


KEBERADAAN DESA DI INDONESIA
Negara Indonesia yang lahir pada 17 agustus 1945 adalah Negara kesatuan yang berbentuk republik. Dalam penyelenggaraannya daerah Indonesia terdiri atas beberapa daerah atau wilayah provinsi dan setiap daerah/wilayah provinsi terdiri atas beberapa daerah kabupaten/kota. Selanjutnya dalam setiap kabupaten/ kota terdapat suatu pemeritahan yang terendah yang disebut desa/ kelurahan. Dengan demikian, desa/ kelurahan adalah pemerintahan terendah dibawah pemerintahan kabupaten/kota.
Desa dan kelurahan adalah dua satuan pemerintah terendah dengan status berbeda. Desa adalah satuan pemerintahan yang diberi hak otonomi adat sehingga merupakan badan hokum, sedangkan kelurahan adalah satuan pemerintahan administrasi yang hanya merupakan kepanjangan tangan dari pemerintahan kabupaten/kota. Jadi kelurahan bukan badan hukummelainkan hanya tempat beroperasinya pelayanan pemerintahan dari pemerintahan kabupaten/kota di wilayah keluranahan setempat. Sedangkan desa adalah wilayah dengan batas-batas tertentu sebagai kesatuan masyarakat hukum (adat) yang berhat mengatur ddan mengurus urusan masyarakat setempat berdasa

Monday, April 15, 2013

PENDEKATAN ANALISA SISTEM POLITIK DAVID EASTON


PENDEKATAN ANALISA SISTEM POLITIK David Easton melalui grand theory membagi sistim politik 3 bahagian penting, yaitu : 1. Kehidupan politik ; Jaringan interaksi manusia sebagai suatu sistem ; 2.Unit-unit sistem politik ; Tindakan yang berhubungan pembuatan atau pelaksanaan keputusan yang berinteraksi membentuk sistem politik ; 3.Input sistem politik ; Input ; sebagai bahan bakar sistem politik untuk bekerja, karena tanpa input sistem politik tidak bisa berkerja. Input berasal dari dua sumber ; (1) dari dalam sistem politik itu sendiri, (2) dari luar sistem politik. Lingkungan didalam sistem politik adalah ; Ekologi, sistem biologi, kepribadian dan sistem sosial. (lingkungan hidup, hewan dan tumbuhan, adat istiadat, letak geografis dan latar belakang sosial suatu masyarakat). Lingkungan luar sistem politik ; Sistem politik internasional, sistem ekologi internasional dan sistem sosial internasional. Latar Belakang Pendekatan Analisis Sistem Politik Pendekatan kelembagaan menekankan lembaga sebagai unit analisis menuju pendekatan tingkah laku. Pendekatan ini mulai muncul pada awal tahun 1900, dipengaruhi oleh tokoh sosiologi dan psikologi. Pada pertengahan tahun 50 an, muncul pendekatan tingkah laku dalam wujud utuh yaitu Pendekatan Analisis Sistem oleh David Easton (Inggris/ London). Tujuan pendekatan analisis sistem politik ; adalah untuk memisahkan kehidupan politik dari kehidupan bukan politik tetapi dalam kenyataannya kehidupan politik sangat susah diramalkan karena ti

Monday, April 8, 2013

Makalah Sosial Budaya 3


5.      Perubahan Sosial Budaya

Menurut Koentjaraningrat, bahwa perubahan budaya yg tjd di masy dpt dibedakan kedalam beberapa bentuk :
a.       Perubahan yg tjd secara lambat dan cepat
b.      Perubahan yang pengaruhnya kecil dan besar
c.       Perubahan yang direncanakan dan yg tdk direncanakan

6.      Makanan Dan Budaya

a.       Definisi Makanan
Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsurunsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan dalam tubuh.
b.      Kebudayaan Menentukan Makanan
Sebagai suatu konsep budaya, makanan (food) bukanlah semata-mata suatu produk organik dengan kualitas-kualitas biokimia yang dapat dipakai oleh organisma termasuk manusia untuk mempertahankan hidupnya. Akan tetapi makanan sebagai

Makalah Sosial Budaya


3.      Aspek Sosial yang Mempengaruhi Status Kesehatan dan Perilaku Kesehatan

Ada beberapa aspek sosial yang mempengaruhi status kesehatan antara lain adalah :
a.       Umur
Jika dilihat dari golongan umur maka ada perbedaan pola penyakit berdasarkan golongan umur. Misalnya balita lebiha banyak menderita penyakit infeksi, sedangkan golongan usila lebih banyak menderita penyakit kronis seperti hipertensi, penyakit jantung koroner, kanker, dan lain-lain.
b.      Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin akan menghasilkan penyakit yang berbeda pula. Misalnya
dikalangan wanita lebih banyak menderita kanker payudara, sedangkan laki-laki banyak menderita kanker prostat.
c.       Pekerjaan
Ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan pola penyakit. Misalnya dikalangan petani banyak yang menderita penyakit cacing akibat kerja yang banyak dilakukan disawah dengan lingkungan yang banyak cacing. Sebaliknya buruh yang bekerja diindustri , misal dipabrik tekstil banyak yang menderita penyakit saluran pernapasan karena banyak terpapar dengan debu.
d.      Sosial Ekonomi
Keadaan sosial ekonomi juga berpengaruh pada pola penyakit. Misalnya penderita obesitas lebih banyak ditemukan pada golongan masyarakat yang berstatus ekonomi tinggi, dan  sebaliknya malnutrisi lebih banyak ditemukan dikalangan masyarakat yang status ekonominya rendah.

Menurut H.Ray Elling (1970) ada 2 faktor sosial yang berpengaruh pada perilaku kesehatan :
  1. Self conceptSelf concept kita ditentukan oleh tingkatan kepuasan atau ketidakpuasan yang kita rasakan terhadap diri kita sendiri, terutama bagaimana kita ingin memperlihatkan diri kita kepada orang lain. Apabila orang lain melihat kita positip dan menerima apa yang kita lakukan, kita akan meneruska perilaku kita, begitu pula sebaliknya.
  2. Image kelompokImage seorang individu sangat dipengaruhi oleh image kelompok. Sebagai contoh, anak  seorang dokter akan terpapar oleh organisasi kedokteran dan orang-orang dengan pendidikan tinggi, sedangkan anak buruh atau petani tidak terpapar dengan lingkungan medis, dan besar kemungkinan juga tidak bercita-cita untuk menjadi dokter.

4.      Aspek Budaya yang Mempengaruhi Status Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan

Menurut G.M. Foster (1973) , aspek budaya dapat mempengaruhi kesehatan al :
a.       Pengaruh tradisi
Ada beberapa tradisi didalam masyarakat yang dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan masyarakat.
b.      Sikap fatalistis
Hal lain adalah sikap fatalistis yang juga mempengaruhi perilaku kesehatan.  Contoh : Beberapa anggota masyarakat dikalangan kelompok tertentu (fanatik) yang beragama islam percaya bahwa anak adalah titipan Tuhan, dan sakit atau mati adalah takdir, sehingga masyarakat kurang berusaha untuk segera mencari pertolongan pengobatan bagi anaknya yang sakit.
c.       Sikap ethnosentris
Sikap yang memandang kebudayaan sendiri yang paling baik jika dibandingkan dengan kebudayaan pihak lain.
d.      Pengaruh perasaan bangga pada statusnya
Contoh : Dalam upaya perbaikan gizi, disuatu daerah pedesaan tertentu, menolak untuk makan daun singkong, walaupun mereka tahu kandungan vitaminnya  tinggi. Setelah diselidiki ternyata masyarakat bernaggapan daun singkong hanya pantas untuk makanan kambing, dan mereka menolaknya karena status mereka tidak dapat disamakan dengan kambing.
e.       Pengaruh norma
Contoh : upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi banyak mengalami hambatan karena ada norma yang melarang hubungan antara dokter yang memberikan pelayanan dengan bumil sebagai pengguna pelayanan.
f.       Pengaruh nilai
Nilai yang berlaku didalam masyarakat berpengaruh terhadap perilaku kesehatan. Contoh : masyarakat memandang lebih bergengsi beras putih daipada beras merah, padahal mereka mengetahui bahwa vitamin B1 lebih tinggi diberas merah daripada diberas putih.
g.      Pengaruh unsur budaya yang dipelajari pada tingkat awal dari proses sosialisasi terhadap perilaku kesehatan.
Kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan berpengaruh terhadap kebiasaan pada seseorang ketika ia dewasa. Misalnya saja, manusia yang biasa makan nasi sejak kecil, akan sulit diubah kebiasaan makannya setelah dewasa.
h.      Pengaruh konsekuensi dari inovasi terhadap perilaku kesehatan
Apabila seorang petugas kesehatan ingin melakukan perubahan perilaku kesehatan masyarakat, maka yang harus dipikirkan adalah konsekuensi apa yang akan terjadi jika melakukan perubahan, menganalisis faktor-faktor yang terlibat/berpengaruh pada perubahan, dan berusaha untuk memprediksi tentang apa yang akan terjadi dengan perubahan tersebut.

dan Untuk No Selanjutnya 5,6,7 dst Silahkan Klik Disini
atau disini

ASPEK SOSIAL BUDAYA DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN


A.    SOSIAL KEBUDAYAAN

1.      Pengertian Sosial Kebudayaan

Sosial adalah segala sesuatu yang mengenai masyarakat atau kemasyarakatan atau dapat juga berarti suka memperhatikan kepentingan umum (kata sifat).
Budaya dari kata Sans atau Bodhya yang artinya pikiran dan akal budi. Budaya ialah segala hal yang dibuat oleh manusia berdasarkan pikiran dan akal budinya yang mengandung cinta, rasa dan karsa. Dapat berupa kesenian, moral, pengetahuan, hukum, kepercayaan, adat istiadat, & ilmu.
Sosial Budaya adalah segala hal yang dicipta oleh manusia dengan pemikiran dan budi nuraninya dalam kehidupan bermasyarakat
Secara  sederhana kebuadayaan dapat diartikan sebagai hasil dari cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya  Budaya atau  kebudayaan berasal dari  bahasa Sansekerta yaitu  buddhayah, yang  merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan.
Koentjaraningrat (2002) mendefinisikan kebudayaan adalah seluruh kelakuan dan hasil kelakuan manusia yang teratur oleh tata kelakuan yang harus didapatkannya dengan belajar dan semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Asalkan sesuatu yang dilakukan manusia memerlukan belajar maka hal itu bisa dikategorikan sebagai budaya.
Taylor dalam bukunya Primitive Culture, memberikan definisi kebudayaan sebagai
keseluruhan yang kompleks yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, dankemampuan kesenian, moral, hukum,  adat-istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaankebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut Herskovits, Budaya sebagai hasil karya manusia sebagai bagian dari lingkungannya (culture is the human-made part of the environment). Artinya segala sesuatu yang merupakan hasil dari perbuatan manusia, baik hasil itu abstrak maupun nyata, asalkan merupakan proses untuk terlibat dalam lingkungannya, baik lingkungan fisik maupun sosial, maka bisa disebut budaya.

2.      Unsur Kebudayaan

Koentjaraningrat (2002) membagi budaya menjadi 7 unsur : yakni sistem religi dan  upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup dan sistem teknologi dan peralatan. Ketujuh unsur itulah yang membentuk budaya secara keseluruhan.

Untuk No 3 dan 4 Silahkan Klik Disini >>>

Friday, April 5, 2013

TUGAS KULIAH, MAKALAH PERILAKU ORGANISASI


 Dasar-Dasar Perilaku Individual
 Karakteristik Biografis
 1. Usia
Usia akan sedikit banyak mempengaruhi produktivitas, dimana ada keyakinan bahwa semakin tua seseorang produktivitasnya akan merosot, missal dalam hal kecepatan, kekuatan, kecekatan dan koordinasi. Namun kesimpulan yan wajar menyebutkan jika ada kemerosotan karena usia sering diimbangi dengan pengalaman.
2. Jenis kelamin
Tidak ada perbedaan yang konsisten pria-wanita dalam memecahkan masalah, keterampilan analisis, motivasi, dan kemampuan belajar, dan ada study yang menyatakan bahwa wanita lebih bersedia memenuhi wewenang, dan pria lebih agresif dan besar kemungkinan dari wanita dalam memiliki pengharapan. Namun dalam hal produktivitas tidak begitu berbeda.
3. Status perkawinan
Status perkawinan memaksakan peningkatan tanggung jawab membuat pekerjaan lebih penting, dan sangat mungkin kepuasan dan ketekunan ada pada karyawan yang menikah dari pada yang bujangan.
4. Masa kerja
Masa kerja merupakan variable yang penting dalam keluar masuknya karyawan.
5. Kemampuan
Yaitu merupakan suatu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan diantaranya kemampuan fisik yang merupakan kemampuan dalam melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan, kekuatan, dan keterampilan. Serta kemampuan dalam hal intelektual yaitu suatu kemampuan dalam hal mental.
Kemampuan juga mempengaruhi langsung terhadap tingkat kinerja dan kepuasan. Pertama, suatu analisis pekerjaan akan memberikan informasi mengenai pekerjaan-pekerjaan yang dewasa ini sedang dilakukan dan kemampuan yang diperlukan individu untuk melakukan pekerjaan dengan memadai. Kedua keputusan promosi dan transfer yang mempengaruhi individu yang sudah dipekerjakan dalam organisasi hendaknya mencerminan kemampuan para calon. Dan alternatif yang paling baik adalah dengan memberikan pelatihan pada karyawan.
6. Kepribadian
Merupakan sifat dari seorang individu dalam bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain.
7. Pembelajaran
Pembelajaran dalam hal ini berkaitan dengan pengalaman agar suatu pekerjaan atau suatu hal itu bisa lebih baik dari sebelumnya.

Individu dalam Organisasi
Pemikiran Sistem (Systems Thinking)
'Systems thinking' dapat membantu individu memahami kompleksitas organisasi yang timbul dari sebuah proses, peralatan, pelanggan, lingkungan kerja dan sebagainya. la memberi gambaran menyeluruh (the big picture) mengenai organisasi sebagai satu entiti kompleks yang mengandung berbagai bagian dan bagaimana bagian-bagian ini bergabung menjadi satu dan seterusnya bagaimana pula gabungan ini menjadi satu bagian dari satu sistem yang lebih besar. Berbeda dengan pendekatan 'reductionist' yang mengasingkan bagian-bagian itu yang dikaji dan dianalisis, pemikiran sistem tertuju pada interaksi antara bagian-bagian dalam sistem yang mempunyai bentuk perilaku. Ini bermakna bahwa dalam pendekatan ini, analisis akan mengembang untuk mengambil bilangan interaksi besar dan yang semakin membesar. Penemuan yang diperoleh terkadang akan sangat berbeda terutama dalam sistem yang kompleks dan dinamik, berbeda dengan analisis secara konvensional. Banyak masalah yang dihadapi sekarang adalah berbentuk kompleks, melibatkan banyak pihak.. Mengurus masalah-masalah ini tidak mudah............


Untu lebih lengkapnya silahkan Download Filenya Disini

DOWNLOAD